PERTARUNGAN SIMBOLIK DALAM SLOGAN PILKADA SULAWESI SELATAN TAHUN 2020: SUATU TINJAUAN ANALISIS WACANA KRITIS PIERRE BOUDIEU
DOI:
https://doi.org/10.25134/ebkhsp58Kata Kunci:
pertarungan simbolik, eufemisasi, sensorisasi, pilkadaAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk merepresentasikan bentuk-bentuk pertarungan simbolik aspek eufemisasi dan aspek sensorisasi dalam slogan pilkada Sulawesi Selatan tahun 2020. Fokus penelitian ini yaitu slogan pilkada Sulawesi Selatan tahun 2020. Jenis penelitian deskriptif yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi, teknik baca, dan teknik catat. Data dalam penelitian ini adalah kata, frasa, klausa, dan kalimat yang memuat slogan pilkada Sulawesi Selatan tahun 2020. Sumber data dalam penelitian ini adalah media cetak berupa spanduk, banner, baliho dan stiker kampanye kandidat pilkada Sulawesi Selatan tahun 2020. Teori yang digunakan sebagai acuan untuk menganalisis bentuk pertarungan simbolik adalah teori analisis wacana kritis Pierre Bourdieu.Hasil dalam penelitian ini ditemukan 14 bentuk pertarungan simbolik dalam slogan pilkada Sulawesi Selatan Tahun 2020. Pertarungan simbolik aspek eufemisasi yang ditemukan terdiri atas bentuk perubahan, kebangkitan, keren, harapan, lanjutkan, kebersamaan, persatuan, kesejahteraan, kebaruan, identitas, dan merakyat. Pertarungan simbolik yang menggunakan aspek sensorisasi terdiri atas bentuk sindiran, kejujuran dan kesantunan.
Unduhan
Referensi
Akhmad Ramli, dkk (2019). Slogan Politik Lokal Pada Media Baliho: Suatu Kajian Semantik. Jurna Pendidikan Bahasa No. 2, Volume 8, Agustus 2019.
Darma, Y. A. (2014). Analisis Wacana Kritis Dalam Multiperspektif. PT. Refika Aditama.
Departemen Pendidikan Nasional. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa (IV). PT. Gramedia Pustaka Utama.
Eriyanto. (2001). Analisis wacana: Pengantar analisis teks media (Cet. 1). LKiS Yogyakarta.
Fairclough, N. (2001). Language and power (2nd ed). Longman.
Fashri, F. (2016). Pierre Bourdieu: Menyingkap Kuasa Simbol. Jalasutra.
Fatmawati, N. ika. (2010). Pierre Bourdieu dan Konsep Dasar Kekerasan Simbolik. Jurnal Politik dan Sosial Kemasyarakatan, Jurnal Politik dan Sosial Kemasyarakatan Vol. 12 No. 1.
Hanafi, R. I. (2014). Pemilihan Langsung Kepala Daerah Di Indonesia: Beberapa Catatan Kritis Untuk Partai Politik. Jurnal Penelitian Politik, Volume 11, 16.
Haryatmoko. (2016). Critical Discourse Analysis (Analisis Wacana Kritis). PT. Raja Grafindo Persada.
Jufri. (2014). Pertarungan Simbolik dalam Wacana Calon Legislatif: Kajian Kritis. Badan Penerbit UNM.
Jufri, & Tolla, A. (2014). Representasi Linguistik dalam Pertarungan Simbolik Wacana Iklan Komersil. Jurnal Penelitian Pendidikan Insani, Jurnal Penelitian Pendidikan Insani Volume 16, No. 1, Hal. 72-76.
Jørgensen, M., & Phillips, L. (2007). Analisis wacana: Teori & metode. Pustaka Pelajar.
Karnanta, K. Y. (2013). Padigma Teori Arena Produksi Kultural Sastra: Kajian Terhadap Pemikiran Pierre Bourdieu. Jurnal Poetika, Jurnal Poetika. Vol.1 No. 1.
Samosir, D. K., Nurhayati, I. K., & Maulana, S. (t.t.). Hegemoni Penggunaan Bahasa Iinggris dalam Slogan Perguruan Tinggi (Analisis Wacana Kritis Nourman Fairchlough Pada Slogan Dua Universitas Swasta di Kota Bandung). 12.
Siregar, M. (2016). Teori “Gado-gado” Pierre Bourdieu. Vol. I No 2:79-82.
Subhkan, E. (2018). Ideologi, Kekuasaan, dan Pengaruhnya Pada Arah Sistem Pendidikan Nasional Indonesia (1950-1965). Journal Of Indonesian History, Volume 7 No. 1.
Suharyo, Surono, & Amin, M. (2015). Representasi Ideologi dan Kekuasaan dalam Bahasa Kajian Teks Media. Jurnal Humanika, Volume 22 No.2.
Sukma, B.P. (2018). Sistem Appraisal Pada Slogan Dalam Kain Rentang Kampanye Politik Bakal Calon Kepala Daerah Kabupaten Dan Kota Bogor. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa. Volume 7, No. 2, Hal.
Syaf, E. J. (2017). Pertarungan Simbol Identitas Etnis Sebagai Komunikasi Politik dalam Pilkada Kota Makassar. Komunikasi Kareba, Komunikasi Kareba Vol. 6 No. 2.
Zurmailis, & Faruk. (2017). Doksa, Kekerasan Simbolik dan Habitus Yang Ditumpangi dalam Kontruksi Kebudayaan di Dewan Kesenian Jakarta. Jurnal Bahasa dan Sastra, Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. I No. 1.
