VARIASI ARGUMEN SAKSI DALAM PEMBELAJARAN MENULIS ILMIAH BAGI MAHASISWA
DOI:
https://doi.org/10.25134/75b7j207Kata Kunci:
argumen seksi, menulis ilmiah, mahasiswa, pembelajaranAbstrak
Salah satu karakteristik artikel ilmiah ialah adanya variasi argumen sebagai bentuk pertanggungjawaban ilmiah seorang penulis terhadap isi artikelnya. Argumen dapat dikatakan berhasil apabila sebuah pernyataan dapat dibentengi dengan aneka alasan dan bukti (argumen yang variatif). Melalui konstruksi argumen yang variatif, pembaca dapat diyakinkan bahwa masalah yang diangkat terselesaikan secara ilmiah. Artikel ini menelaah variasi ‘argumen saksi’ dalam pembelajaran menulis ilmiah bagi mahasiswa. Teori dasar yang digunakan ialah model argumen saksi Douglas Walton. Variasi argumen saksi sebagai acuan dasar untuk pembelajaran menulis ilmiah dianggap urgen mengingat argumen saksi ternyata bukan hanya berwujud argumen pendapat ahli saja sebagaimana selama ini dibuat kebanyakan penulis, tetapi masih terdapat jenis argumen lain untuk membentengi pernyataan posisi. Artikel ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan, yakni telaah dokumen dan literatur-literatur yang relevan. Berdasarkan hasil telaah ditemukan tiga hal. Pertama, dalam pembelajaran menulis ilmiah dapat dibuat variasi argumen pendapat ahli dalam wujud argumen pendapat ahli 1, argumen pendapat ahli 2, dan argumen pendapat ahli 3. Selanjutnya, sebagai bentuk persuasi dapat ditambahkan argumen analogi dan argumen penalaran praktis. Kedua, dalam pembelajaran menulis ilmiah, argumen fakta-hipotesis dapat dibuat variasinya berupa argumen pendapat ahli 1, argumen pendapat ahli 2, argumen pendapat ahli 3, argumen preseden, dan argumen pengecualian. Ketiga, bentuk variasi lain untuk argumen penalaran praktis, yakni argumen analogi, argumen preseden, argumen pendapat ahli 1, dan argumen pendapat ahli 2. Melalui konstruksi argumen yang variatif, artikel yang dihasilkan mahasiswa memenuhi kepatutannya (bereputasi).
Unduhan
Referensi
Ambon, Y. E. (2018). Pengembangan Buku Ajar Menulis Argumentasi Tentang Model-Model Argumentasi dalam Penulisan Artikel Jurnal. Tesis. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. http://repository.usd.ac.id/31204/2/161232014_full.pdf
Beigman Klebanov, B., Stab, C., Burstein, J., Song, Y., Gyawali, B., & Gurevych, I. (2016). Argumentation: Content, Structure, and Relationship with Essay Quality. Proceedings of the Third Workshop on Argument Mining, 2, 70–75. https://doi.org/10.18653/v1/w16-2808
Dirjenbelmawa. (2019). Publikasi Karya Ilmiah Program Sarjana, Program Magister, dan Program Doktor. Pub. L. SE No. B/323/B.B1/SE/2019. Jakarta Kemdikbudristekdikti
Keraf, G. (2007). Narasi dan Argumentasi (12th ed.). PT Gramedia Pustaka Utama.
Lavery, M. R., Bostic, J. D., Kruse, L., Krupa, E. E., & Carney, M. B. (2020). Argumentation Surrounding Argument-Based Validation: A Systematic Review of Validation Methodology in Peer-Reviewed Articles. Educational Measurement: Issues and Practice, 39(4), 116–130. https://doi.org/10.1111/emip.12378
Lida, U. M., & Zulaeha, I. (2017). Pola Penalaran Dalam Karangan Argumentasi Pada Siswa Tahap Operasi Formal. Indonesian Language Education and Literature, 3(1), 45. https://doi.org/10.24235/ileal.v3i1.1570
Lubis, A. H. (2020). The argumentation structure of research article ‘findings and discussion’ sections written by Non-native English speaker novice writers: a case of Indonesian undergraduate students. Asian Englishes, 22(2), 143–162. https://doi.org/10.1080/13488678.2019.1669300
Macagno, F., & Walton, D. (2018). Practical Reasoning Arguments: A Modular Approach. Argumentation, 32(4), 519–547. https://doi.org/10.1007/s10503-018-9450-5
Macpherson, A. C. (2016). A Comparison of Scientists’ Arguments and School Argumentation Tasks. Science Education, 100(6), 1062–1091. https://doi.org/10.1002/sce.21246
Mestika, Z. (2004). Metode Penelitian Kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia.
Pristiwati, R. (2013). Better Teaching and Learning (Btl) Untuk Meningkatkan Pengajaran Profesional Dan Pembelajaran Bermakna Mahasiswa. Jurnal Penelitian Pendidikan Unnes, 30(1), 124240. https://doi.org/10.15294/jpp.v30i1.5667
Rybacki, K. &; Rybacki, R. J. (2012). Advocacy and Opposition: An Introduction to Argumentation (7th ed.). Allyn & Bacon.
Syaifudin, A., & Pratama, H. (2013). Pengembangan Buku Teks Menulis Argumentasi. Jurnal Penelitian Pendidikan, 30, 1–10.
Van Lacum, E. B., Ossevoort, M. A., & Goedhart, M. J. (2014). A teaching strategy with a focus on argumentation to improve undergraduate students’ ability to read research articles. CBE Life Sciences Education, 13(2), 253–264. https://doi.org/10.1187/cbe.13-06-0110
Von der Mühlen, S., Richter, T., Schmid, S., & Berthold, K. (2019). How to improve argumentation comprehension in university students: experimental test of a training approach. Instructional Science, 47(2), 215–237. https://doi.org/10.1007/s11251-018-9471-3
Walton, D. (2006). Fundamentals of Critical Argumentation. Camdrige University Press.
Walton, D. (2013). Method of Argumentation. Camdrige University Press.
Zhou, H., Song, N., Cheng, H., & Wang, X. (2019). Argument ontology for describing scientific articles: A statistical study based on articles from two research areas. Proceedings of the Association for Information Science and Technology, 56(1), 855–857. https://doi.org/10.1002/pra2.204
