UPAYA PELESTARIAN PALEMBANG (ALUS) BEBASO

Penulis

  • Indah Windra Dwie Agustiani Universitas Muhammadiyah Palembang Penulis
  • Siti Gomo Attas Universitas Negeri Jakarta Penulis
  • Novi Anoegrajekti Universitas Negeri Jakarta Penulis

DOI:

https://doi.org/10.25134/23n9tc13

Kata Kunci:

palembang alus, bebaso, pelestarian, upaya

Abstrak

Bahasa tidak terpisahkan sebagai bagian dari suatu budaya. Palembang memiliki 2 macam bahasa bahasa sari-sari  atau bahasa Pasaran dan bahasa alus bebaso. Saat ini masyarakat Palembang cenderung menggunakan bahasa sehari sehari dengan dialek penggunaan ‘O’ seperti apa menjadi apo dan kenapa menjadi ngapo.  Tujuan artikel ini untuk membuat pemahaman kepada masyarakat tentang asal usul Bahasa Palembang Bebaso dan menelusuri upaya-upaya yang pernah ada dalam melestarikan Bebaso sampai saat ini. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Wawancara dan studi Pustaka digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Data dianalisis dengan cara di deskripsikan untuk dapat ditarik kesimpulan. Hasil penelitian  ini adalah (1) Palembang Alus bebaso memang tidak dapat terlepas  dengan pengaruh pulau Jawa, karena setelah runtuhya kerajaan Demak, bangsawan Demak kembali ke Palembang meneruskan Kesultanan Aria Damar atau Aria  Dilla. Kesultanan Palembang terbentuk  sehingga penggunaan bahasa jawa dijadikan bahasa resmi kesultanan sehingga terjadilah akulturasi budaya bahasa jawa dan melayu  yang membentuk bahasa baru yaitu bahasa  alus  Palembang atau bebaso (2) Bebaso masih sering dipakai pada tahun 1970-1980  dan menginjak tahun 2000 masyarakat Palembang sangat jarang  menggunakannya. (3) Upaya yang pernah ada untuk melestarikan bebaso adalah  adanya pertunjukan wayang Palembang, dibuatnya Syair penggiring tari sondok Piyogo dari pihak Kesultanan Palembang Darussalam, adanya lagu lagu daerah seperti Cek Ayu dan Bandel Hakiki, adanya penelitian yang mengusulkan penggunaan Bebaso sebagai muatan lokal, pembuatan kamus Bebaso dan pembuatan buku ilustrasi interaktif tentang Bebaso: Bahasa Palembang Alus untuk anak-anak dan adanya komunitas bahasa daerah di Palembang yang mempelajari Bebaso.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Agustin, F.M. (2019,18 Juli). Bermula dari Melayu, Ternyata Begini Dialek Asli Bahasa Palembang Bebaso atau bahasa halus Palembang . Sumsel IDM Times accessed from https://sumsel.idntimes.com/life/education/feny-agustin/bermula-dari-melayu-ternyata-begini-dialek-asli-bahasa-palembang/3.

Aliana, Zainul Arifin and Nursato, Suwarni and Arifin, Siti Salamah dan Soetopo,Sungkowo and Waif,Mardan (1987). Morfologi dan Sintaksis Bahasa Melayu Palembang. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Jakarta.

Arif, R.M., Arif, R.M. and Harifin, Sutari and Usman, M. Yusuf and Ayub, DahliaMahabin &Ratnawati,Latifah.(1981). Kedudukan dan fungsi bahasa Palembang. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Jakarta.

Badan Pusat Statistik Palembang. (2021).Statistik daerah kota Palembang 2021. Accessed fromhttps://palembangkota.bps.go.id/publication.html

Cho, G. (2000). The role of heritage language in social interactions and relationships: Reflections from a language minority group. Bilingual Research Journal, 24(4), 369- 384. doi:10.1080/15235882.2000.10162773

Cunningham, Clare (2019). When ‘home languages’ become ‘holiday languages’:

Teachers’ discourses about responsibility for maintaining languages beyond English.Language, Culture and Curriculum, (), 1–15. doi:10.1080/07908318.2019.1619751

Desmalinda., Herdiansyah,P., & Naripati, R. (2016). "Dampak Kehadiran Stasiun Televisi Berbahasa Lokal Pal Tv (Palembang Tv) pada Pelestarian Bahasa Lokal di Kota Palembang". Ranah, 5(2), 185200.https://doi.org/10.26499/rnh.v5i2.

Dunggio, P.D .et al (1983). Struktur Bahasa Melayu Palembang. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Houtman. (2013). Pembelajaran Baso Palembang Alus (BEBASO) Di Sekolah:Suatu Ancangan dalam menghadapi Penerapan Kurikulum 2013 di Kota Palembang.

Houtman. (2019). Houtman. (2019). Ketegaran Konstruksi Katek dan Variannya Dalam Bahasa

Melayu Palembang. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 8 (2), 205—218. doi: https://doi.org/10.26499/rnh.v8i2.863

Husin, M. R. (1973). Penegak Pemelihara dan Perjuangan Rakyat Palembang Darussalam.

Ibnu, I.M., Triyuli, W., & Teddy, L. (2010). MORPOLOGI PERMUKIMAN TRADISIONAL DI KAWASAN SEBERANG ULU PALEMBANG. Retrieved from https://repository.unsri.ac.id/19182/2/Laporan_morfologi_iwan_muraman.pdf

Inge,N. ( 2020,21 Februari). Bebaso Palembang, 'Kepundi Saos'?. Liputan 6 retrieved from https://www.liputan6.com/regional/read/4183860/bebaso-palembang-kepundi-saos

Maulana, R.M.(2019). PERANCANGAN BUKU ILUSTRASI INTERAKTIF MENGENAI BEBASO PALEMBANG ALUS BAGI ANAK-ANAK.Bandung:Universitas Telkom

Mutiara, Y. (2020). Kosa Kata Bahasa Palembang Sehari Hari Dan Contoh Kalimatnya. Uniqpost Accessed from https://www.uniqpost.com/kosa-kata-bahasa-palembang/

Oktoviany, L., et al .(2004). “Kamus Bahasa Palembang – Indonesia L-Z”. Naskah Kamus Palembang: Balai Bahasa Palembang.

Pratama,F.S., Faidah,J.,& Widinata, E. (2020). Bahasa Lembak: Sejarah Singkat, Bentuk Pelestarian, dan Statusnya Kini. Diakses dari https://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/artikel/3361/bahasa-lembak-sejarah-singkat-bentuk-pelestarian-dan-statusnya-kini

Putri,A.S. (2020, 16 February). Bagaimana Bahasa Bisa Punah? Kompas.com accesed from https://www..kompas.com/skola/read/2020/02/16/161500969/bagaimana-bahasa-bisa-punah.

Setiyanto (2013). Model Pembelajaran dan Pelestarian Bahasa Daerah. Accesed from ttps://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/content/model-pembelajaran-dan-pelestarian-bahasa-daerah.

Sugiyono. (2013). Metode penelitian kualitatif kuantiatif and RND. Bandung : Alfabeta

Syarifuddin,KH. Palembang Alus Bebaso.Sriwijaya Post. Minggu 18 May 2003.

Ravindranath,M.(2015). Sociolinguistic Variation and Language Contact. Language and Linguistics Compass, 9(6), 243–255. doi:10.1111/lnc3.12137.

Unduhan

Diterbitkan

04-12-2025

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

UPAYA PELESTARIAN PALEMBANG (ALUS) BEBASO. (2025). Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 18(2), 177-189. https://doi.org/10.25134/23n9tc13