DAMAR KAMBANG: RESISTANSI PEREMPUAN MADURA ATAS BUDAYA NORMATIF

Penulis

  • Diyana Mareta Hermawati Universitas Padjadjaran Penulis
  • Aquarini Priyatna Universitas Padjadjaran Penulis
  • Amaliatun Saleha Universitas Padjadjaran Penulis

DOI:

https://doi.org/10.25134/fhzjxz31

Kata Kunci:

Damar Kambang, gender, perempuan madura, resistensi

Abstrak

ABSTRAK: Tulisan ini mendiskusikan perempuan Madura dalam novel Damar Kambang karya Muna Masyari, penulis asal Madura, yang melakukan perlawanan atas budaya normatif. Muna Masyari dikenal sebagai penulis Madura dengan karakteristik karya yang mengangkat budaya Madura. Dalam novel Damar Kambang, Muna Masyari menarasikan tiga perempuan dengan sudut pandang “aku” narator perempuan dalam pergulatan pernikahan. Metode close reading dengan teknik membaca dan mencatat digunakan untuk mengurai permasalahan penelitian. Data yang dikumpulkan berfokus pada sudut pandang “aku” narator perempuan, keterkaitan tokoh, peristiwa, dan alur yang menunjukkan bahwa novel Damar Kambang menempatkan perempuan Madura tidak sebagai objek. Perempuan Madura dalam institusi pernikahan pada novel Damar Kambang secara berulang ditampilkan mempertanyakan dan menunjukkan diri sebagai subjek. Protes terhadap norma mengenai peran dan identitas perempuan Madura serta tengka (tatakrama Madura) ditampilkan melalui penggambaran karakter perempuan yang memutuskan melakukan hubungan seksual di luar pernikahan, dominasi hubungan seksual dalam pernikahan terhadap laki-laki, dan penyerahan diri pada laki-laki yang tidak dicintai sebagai bentuk pelunas utang.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Adawiyah, S. R. a., Nurhasanah, E., & Hartati, D. (2022). Ketidakadilan Gender dalam Novel Damar Kambang karya Muna Masyari. KREDO: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra, 6(1), 168-182.

Afifudin, & Saebani, B. A. (2009). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: CV Pustaka Setia.

Aminah, S., Koesbardiati, T., Santoso, P., & Roikan. (2022). Carok and the Cultural Hegemony of Masculinity on Ethnic Madura, East Java-Indonesia. Journal of Positive School Psychology, 6(10), 636-653.

Aziza, N. R., & Ahmadi, A. (2023). Feminist Anthropology: The Culture of Women's Opening in The Novel Damar Kambang by Muna Masyari. African Journal of Social and Engineering, 1(1), 28-39.

Beauvoir, S. d. (2019). Second Sex: Kehidupan Perempuan (T. B. Febriantono & N. Juliastuti, Trans.). Jakarta: PT BUKU SERU.

Beauvoir, S. d. (2020). Second Sex: Fakta dan Mitos (T. B. Febriantoro, Trans.). Jakarta: PT BUKU SERU.

Butler, J. (1986). Sex and Gender in Simone de Beauvoir's Second Sex. Yale French Studies, 72, 35-49.

Dores, D. (2020). Perempuan dan Kehormatan Bagi Masyarakat Madura. Surabaya: CV Cipta Media Nusantara.

Fajar, Y. (2020). Budaya Lokal dan Kesenian Tradisional Jawa Timur dalam Novel Samaran dan Antologi Puisi Ludruk Kedua. In Kritik Seni. Surabaya: Dewan Kesenian Jawa Timur.

Fludernik, M. (2009). An Introduction to Narratology. New York: Routledge.

Hartanto, E. C. S. (2022). A Madurese Woman and Early Marriage: Domination, Reistance, and Commodification in a Short Story "Sortana" by Muna Masyari. Suar Betang, 17(1), 83-94.

Hartanto, E. C. S., & Roifah, M. (2020). Madureses Women and Binding Culture in Muna Masyari's Martbat Kematian: Gynocriticsm Analysis. Humanika, 27(2).

Hollander, J. A. (2002). Resisting Vulnerability: The Social Reconstruction of Gender in Interaction. Social Problems, 49(4), 474-496.

Hollander, J. A., & Einwohner, R. L. (2004). Conceptualizing Resistance. Sociological Forum, 19(4), 533-554.

Jannah, H. (2020). Ulama Perempuan Madura. Yogyakarta: IRCiSoD.

Jonge, H. d. (1990). Of Bulls and Men; The Madurese Aduan Sapi. Journal of the Humanities and Social Sciences of Southeast Asia, 146(4), 423-447.

Lanser, S. S. (1944a). Fictions of Authority: Women Writers and Narrative Voice. London: Cornell University Press.

Lanser, S. S. (1944b). The Narrative Act: Point of View in Prose Fiction. Amerika Serikat: Princeton University Press.

Masyari, M. (2020). Damar Kambang. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Megawati, M. (2021). Perjuangan Muna Masyari, Penulis Madura Bermental Baja Jaga Eksistensi Lewat Karya. https://www.liputan6.com/regional/read/4667432/perjuangan-muna-masyari-penulis-madura-bermental-baja-jaga-eksistensi-lewat-karya

Peel, E. (1989). Subject, Object, and the Alternation of First- and Third- Person Narration in Novels by Alther, Atwood, and Drabble: Toward a Theory of Feminist Aesthetics. Critique: Studies in Contemporary Fiction, 30(2), 107-122.

Prabasmoro, A. P. (2006). Kajian Budaya Feminis Tubuh, Sastra, dan Budaya Pop. Yogyakarta: JALASUTRA

Rifai, M. A. (2007). Manusia Madura Pembawaan, Perilaku, Etos Kerja, Penampilan, dan Pandangan Hidupnya seperti Dicitrakan Peribahasanya. Yogyakarta: Pilar media.

Sukmafitriani, A., Nuryatin, A., & Nugroho, Y. E. (2023). Patriarchal Hegemony in Damar Kambang Novel by Muna Masyari. International Journal of Linguistics, Literature and Translation, 6(3), 91-96.

Utomo, S. P. (2021). Akar Tradisi dan Feminisme Muna Masyari. Majalah Sastra Karas, 4.

Wasono, S., Rusdiarti, S. R., & Nariswari, F. S. (2020). Madura Cultural Identity Construction in Contemporary Indonesian Literature. Paper presented at the Proceedings of The 4th BASA: International Seminar on Recent Language, Literature and Local Culture Studies, Solok, Indonesia.

Wiyata, A. L. (2013). Mencari Madura. Jakarta: Bidik-Phronesis Publishing.

Unduhan

Diterbitkan

04-12-2025

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

DAMAR KAMBANG: RESISTANSI PEREMPUAN MADURA ATAS BUDAYA NORMATIF. (2025). Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 20(1), 71-82. https://doi.org/10.25134/fhzjxz31