Kritik Atas Representasi dan Stereotipe Perempuan Sunda dalam Film Before, Now & Then (Nana)

Penulis

  • Azhar Febryan Universitas Padjadjaran Penulis
  • Aquarini Priyatna Universitas Padjadjaran Penulis
  • Taufik Ampera Universitas Padjadjaran Penulis

DOI:

https://doi.org/10.25134/fv2c3z07

Kata Kunci:

Representasi perempuan; Stereotipe etnis; Perempuan Sunda; Analisis film

Abstrak

ABSTRAK: Penelitian ini mengkaji representasi dan stereotipe perempuan Sunda dalam film Before, Now & Then (Nana) dengan menyoroti bagaimana konstruksi visual dan naratif film tersebut menampilkan perempuan sebagai figur yang pasrah, sensual, serta tidak berdaya. Penelitian ini berangkat dari kesenjangan antara keberagaman identitas perempuan Sunda dalam realitas sosial dengan representasi yang dibakukan dalam karya sinema populer. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bentuk-bentuk representasi yang dianggap keliru serta mengidentifikasi mekanisme naratif yang memperkuat stereotipe etnis dan gender. Metode yang digunakan adalah analisis tekstual film dengan pendekatan teori representasi, gender, dan etnisitas. Temuan utama menunjukkan bahwa film ini mereproduksi pola homogenisasi identitas perempuan Sunda, menempatkan mereka sebagai objek emosional dan seksual, serta mengonstruksi tubuh perempuan sebagai pusat konflik melodramatik. Selain itu, alur dan struktur film turut memperkuat narasi yang memosisikan perempuan sebagai sumber masalah atau ketidakseimbangan sosial. Kesimpulannya, film ini tidak hanya menampilkan misrepresentasi perempuan Sunda, tetapi juga mengukuhkan cara pandang patriarkal yang membatasi agensi perempuan dalam ruang budaya dan sinematik.

KATA KUNCI:  Representasi perempuan; Stereotipe etnis; Perempuan Sunda; Analisis film

 

 

  KRITIK ATAS REPRESENTASI DAN STEREOTIPE PEREMPUAN SUNDA DALAM FILM BEFORE, NOW & THEN (NANA)

 

ABSTRACT: This study examines the representation and stereotyping of Sundanese women in the film Before, Now & Then (Nana) by analyzing how its visual and narrative structures portray women as passive, sensual, and socially powerless. The research addresses the gap between the diverse lived experiences of Sundanese women and the simplified portrayals presented in popular cinema. The aim of this study is to identify problematic forms of representation and to analyze the narrative mechanisms that reinforce ethnic and gender stereotypes. The study employs a textual film analysis supported by theories of representation, gender, and ethnicity. The findings reveal that the film reproduces a homogenized image of Sundanese women, positioning them as emotional and sexual objects and situating their bodies at the center of melodramatic conflict. Furthermore, the film’s storyline reinforces a narrative that frames women as sources of moral disruption and social imbalance. In conclusion, the film does not merely offer [mis]representation of Sundanese women, but also sustains patriarchal perspectives that restrict female agency within cultural and cinematic spaces.

KEYWORDS:  Women’s representation; Ethnic stereotypes; Sundanese women; film analysis

 

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Biografi Penulis

  • Aquarini Priyatna, Universitas Padjadjaran

    Prof. Aquarini Priyatna, M.A., M.Hum., Ph.D. adalah seolah Guru Besar dalam Ilmu Sastra dan Gender. Beliau adalah akademisi dan penulis feminis lulusan Monash University. Bidang keahliannya adalah kajian gender dan budaya populer. Saat ini menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Budaya. Minat dan keparan beliau adalah Women’s studies and gender researchfeminist theory and practiceauto/biographymedia and celebrity studiesfeminist cultural studies.

  • Taufik Ampera, Universitas Padjadjaran

    Dr. Taufik Ampera, M.Hum. adalah seorang dosen program studi Sastra Sunda dan Program Studi Kajian Budaya Universitas Padjadjaran. Beliau menempuh program S1 di Universitas Padjadjaran, melanjutkan program S2 di Universitas Gadjah Mada, dan menamatkan pendidikan doktoral di Universitas Padjadjaran. 

Referensi

Andriani, R. (2024). "Representasi Perempuan dalam Film Indonesia." Harakat an-Nisa: Jurnal Studi Gender dan Anak 9(2): 63-70.

Arrosyid, M. A. K., C. Hasanudin and S. Sutrimah (2025). "Representasi Feminisme pada Film Women Form Rote Island." Susastra: Jurnal Ilmu Susastra dan Budaya 14(1): 39-53.

Chatman, S. (1980). Story and discourse: Narrative structure in fiction and film, Cornell university press.

Creswell, J. W. and C. N. Poth (2016). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches, Sage publications.

Fatimah, S. (2023). Dari Lubang Ini Gerombolan DI/TII yang Serakah Jarah Harta Warga Sukabumi. Detik. Bandung, detikjabar.

Hall, S. (1997). Representation: Cultural representations and signifying practices, Sage.

Herdiana, I. (2021). "Pergeseran Posisi Perempuan Sunda dalam Bahasa dan Mitologi." Bandung Bergerak https://bandungbergerak.id/article/detail/1775/pergeseran-posisi-perempuan-sunda-dalam-bahasa-dan-mitologi 2024.

Heryana, A. (2012). "Mitologi Perempuan Sunda." Patanjala 4(1): 159-169.

Hidayatullah, A. F. (2025). Strategi Penerjemahan Ujaran Bahasa Sunda ke dalam Subtitle Bahasa Inggris pada Film Before, Now & Then (Nana), Universitas Padjadjaran.

Ilya Rani, I. (2023). Representasi Perempuan dalam Film Before Now & Then (Nana) Tahun 2022, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

Indriawati, T. (2022). Teror Gorombolan DI/TII di Jawa Barat. Kompas. Jakarta, kompas.com.

Kirana, A. C. (2024). Makna Kognitif Film Scoring dalam Karya Ricky Lionardi pada Film Before, Now and Then Karya Kamila Andini (2022), Universitas Gadjah Mada.

Kuhn, A. (1994). Women's pictures: Feminism and cinema, Verso.

Kusuma, A. (2025). "Representasi Perempuan dan Kekerasan Simbolik dalam Film “Before, Nowandthen (NANA)” Karya Kamila Andini: Analisis Semiotika Roland Barthes." Arus Jurnal Sosial dan Humaniora 5(2): 3227-3237.

Manggarsari, K. L. and A. Harsawibawa (2023). "Subjektivitas Sutradara Perempuan: Deantagonisasi Subjek Perempuan dalam Film Before, Now, and Then (Nana)." IMAJI 14(3): 230-243.

Maritdza, L. L. and L. A. R. Martini (2024). "Representasi Perempuan Merdeka pada Tokoh Mak Ino dalam Film Before, Now & Then (Nana) karya Kamila Andini: Kajian Feminisme Eksistensialis Simone De Beauvoir." Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya 3(2): 203-211.

Mohanty, C. T. (2003). "“Under western eyes” revisited: Feminist solidarity through anticapitalist struggles." Signs: Journal of Women in culture and Society 28(2): 499-535.

Moleong, L. J. and T. Surjaman (2014). "Metodologi penelitian kualitatif."

Mulvey, L. (2013). Visual pleasure and narrative cinema. Feminism and film theory, Routledge: 57-68.

Nurfajriani, T. (2018). "Citra dan Stereotip Perempuan Sunda dalam Novel Marjanah Karya S. Djodjopuspito (Kajian Struktural dan Feminisme)." LOKABASA 9(2): 187-199.

Pebriani, A. (2024). "Representasi Psikologi Perempuan Sunda Dalam Film Before Now And Then (Nana) Karya Kamila Andini: Psychological Representation Of Sundan Women In The Film Before Now And Then (Nana) By Kamila Andini." Lingue: Jurnal Bahasa, Budaya, dan Sastra 6(2): 166-177.

Pratiwi, L. L. R., T. I. R. C. Sudharsana and N. K. Karuni (2025). "Kabebasan Diri Analogi Alur Film Before, Now and Then dalam Penciptaan Karya Busana Stlye Eclectic Berkolaborasi dengan Pagi Motley Studio." Bhumidevi: Journal of Fashion Design 5(1): 43-51.

Putri, S. A. (2023). "Analysis of Women's Representation in Indonesian Films." Enigma in Cultural 1(2): 40-42.

Rosidi, A. (2010). Mencari sosok manusia Sunda: sekumpulan gagasan dan pikiran. Jakarta, Dunia Pustaka Jaya.

Saviera, A. S. (2024). Belenggu Patriarki Terhadap Perempuan Pada Film Nana (Before, Now, And Then) Yang Disutradarai Oleh Kamila Andini: Kajian Feminisme, Universitas Padjadjaran.

Tas' an, A. K. J. and R. Rosnani (2023). "Projecting Gender Identity: Woman’s Portrayal in Indonesian Female Directors’ Films." VOX POPULI 6(1): 17-28.

WT, A. P. P. (2013). Stereotip Perempuan Sunda Dalam Film Indonesia (Analisis Semiotika Pada Film Kawin Kontrak Lagi), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Zulfikar, F. (2021). Sejarah Pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia di Jawa Barat. Detik. jakarta, detikedu.

Unduhan

Diterbitkan

30-03-2026

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Kritik Atas Representasi dan Stereotipe Perempuan Sunda dalam Film Before, Now & Then (Nana). (2026). Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 22(1), 50-69. https://doi.org/10.25134/fv2c3z07