REPRESENTASI KOLONIALISME DALAM KOMIK ONE PIECE ARC ARABASTA: ANALISIS POSTKOLONIAL FRANTZ FANON
DOI:
https://doi.org/10.25134/fon.v22i1.423Kata Kunci:
Komik; One Piece; Arabasta; Representasi kolonialisme; PostkolonialAbstrak
ABSTRAK: Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasikan dan merepresntasikan kolonialisme yang termuat dalam komik “One Piece” karya Eiichiro Oda, bagian yang penulis bahas dalam komik One Piece adalah arc Arabasta yang termuat dalam volume 18 sampai volume 23 dengan pendekatan analisis postkolonial Frantz Fanon. Komik ini mengisahkan tentang seorang anak muda bernama Monkey D. Luffy yang menjadi bajak laut, tujuan utamanya adalah berlayar ke laut mencari harta terpendam peninggalan raja bajak laut, walaupun begitu penulis komik ini tidak menggambarkan tokoh utama sebagai bajak laut pada umumnya, justru seperti pahlawan yang membantu menyelesaikan masalah setiap kali dia datang ke suatu pulau, khusus arc Arabasta, tokoh utama membantu kerajaan Arabasta terbebas dari belenggu kolonialisme. Melalui analisis kualitatif, penelitian ini mengidentifikasikan empat representasi kolonialisme yang diklasifikasikan dalam beberapa data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa komik ini sangat menggambarkan kolonialisme, terutama arc Arabasta dengan panel gambar dan balon bicara yang termuat dalam komik ini, sangat tercermin gambaran kesengsaraan rakyat arabasata secara fisik maupun batin. Penelitian ini diharapkan dapat memberi sumbangsih terhadap kajian karya sastra, khususnya kajian komik dan kajian kolonialisme, serta memperluas pengetahuan tentang peran komik dalam kehidupan bermasyarakat.
KATA KUNCI: Komik; One Piece; Arabasta; Representasi kolonialisme; Postkolonial
COLONIALISM REPRESENTATION IN THE ONE PIECE ARABASTA COMIC: FRANTZ FANON’S POSTCOLONIAL THEORY
ABSTRACT: The purpose of this study is to identify and represent colonialism contained in Eiichiro Oda’s “One Piece” comic. The author discusses the Arabasta arc in One Piece, which is contained in volumes 18 to 23, using Frantz Fanon’s postcolonial analysis approach. This comic tells the story of a young man named Monkey D. Luffy who becomes a pirate. Whose main goal is to sail the seas in search of the buried treasure of the pirate king. However, the author of this comic does not portray the main character as a typical pirate, but rather as a hero who helps solve problems whenever he comes to an island. Specifically in the Arabasta arc, the main character helps Arabasta kingdom free itself from the shackles of colonialism classifield in several data. The results of this study show that this comic strongly depicts colonialism, especially in the Arabasta arc, with the panels and speech bubbles contained in this comic clearly reflecting the physical and mental suffering of the Arabasta people. This research is expected to contribute to literary studies, particularly comic studies and colonialism studies, as well as expand knowledge about the role of comic in society.
KEYWORDS: Comic; One Piece; Arabasta; Representation of colonialism; Postcolonial
Unduhan
Referensi
Ainunnida, R. N., & Shofiyuddin, H. (2024). Trauma Kolonial Dalam Cerpen Clara Atawa Wanita Yang Diperkosa Karya Seno Gumira Ajidarma. Prosiding Konferensi Nasional Mahasiswa Sastra Indonesia (KONASINDO), 1, 122–135.
Anhar, Febriani, S. N., Fitria, R., & Ramadhani, S. T. (2024). Representasi Loyalitas dalam Dialog dan Interaksi Karakter Roronoa Zoro di Serial One Piece: Kajian Humaniora. Indo-MathEdu Intellectuals Journ al, 5(6), 6865–6872. https://doi.org/10.54373/imeij.v5i6.2070
Aritonang, Y. L., & Arfianty, R. (2024). Analisis Unsur Intrinsik Tokoh Dan Penokohan Roronoa Zoro Pada Komik One Piece. Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha, 10(2), 157–160. https://doi.org/10.23887/jpbj.v10i2.72013
Azis, A., & Rahmaddin, A. (2021). Kajian Sosiologi Sastra Terhadap Tokoh pada Komik One Piece Arc Wano Karya Eiichiro Oda serta Kontribusinya Terhadap Misi Character Building Pendidikan Kewarganegaraan. Sosietas, 13(1), 101–116. https://doi.org/10.17509/sosietas.v13i1.36093
Azzahra, R., & Nurholis. (2023). Representatif Kolonialisme dalam Novel Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata: Pendekatan Sosiologi Sastra dan Teori Postkolonialisme. In Suara Bahasa: Journal of Language and Literature Studies (Vol. 1).
Aqil, H. L., & Atmojo, D. P. (2025). Politik Simbolik dan Resistensi Kultural Anak Muda Menjelang HUT ke-80 RI: Analisis Wacana Pengibaran Bendera One Piece. Jurnal Nawala Politika, 3(2), 79–98. https://doi.org/10.24843/jnp.v3i2.461
Dasuki. R. M. (2025). Representasi Nilai Bahasa, Sastra dan Politik dalam Definisi Wilayah Sengketa Palestina-Israel (Kajian Poskolonialisme). Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 11(1), 574–585. https://doi.org/10.30605/onoma.v11i1.5284
Fanon, Frantz. (1963). The Wretched of The Earth. Translated by Constance Farrington. New York: Grove Press.
Hakim, A. R., Edwar, V. E., Fakhrunnisa, R., Nabila A. S. (2025). WACANA RESISTENSI PEREMPUAN DALAM FILM LIKE & SHARE (2022): ANALISIS WACANA KRITIS SARA MILLLS. Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 21(1), halaman 29-42.
Isna, F. N., & Rohman, M. F. (2025). Punk: Ideologi Kebebasan Dalam Novel Akar Karya Dewi Lestari. Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 21(1), 140–152. https://doi.org/10.25134/fon.v21i1.11262
Julianti, S., Juanda, J., Saguni, S. S., & Afandi, I. (2024). Resistensi Subaltern Dalam Novel Nika Baronta: Memperjuangkan Kebebasan Dan Martabat Melawan Kolonialisme. Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 12(1), 166. https://doi.org/10.20961/basastra.v12i1.84692
Lontoh, A. I., & Manguju, Y. N. (2023). Kepemimpinan Yang Menyelamatkan: Analisis Konsep Kepemimpinan Monkey D. Luffy Dalam Anime One Piece Arc “Marineford” dan konsep kepemimpinan Yesus sebagai sahabat. 02(02),58– 74.https://ejurnal.stepsmg.ac.id/home/article/view/78%0Ahttps://ejurnal.stepsmg .ac.id/home/article/download/78/94
Lubis, I. W. A., & Pandjaitan, N. K. (2024). Peran Aksi Kolektif untuk Mitigasi Bencana dalam Resiliensi Komunitas Menghadapi Tanah Longsor. Jurnal Sains Komunikasi Dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], 8(02), 34–48. https://doi.org/10.29244/jskpm.v8i02.1209
Mahaly, S., & Abd Rahman, S. N. (2021). Identifikasi Kekerasan Verbal Dan Nonverbal Pada Remaja. Coution: Journal Counseling and Education, 2(2), 30–38. https://doi.org/10.47453/coution.v2i2.375
Masjid, A. Al, Trisharsiwi, T., Setiawan, A. D., & Marwanti, E. (2023). Critical Resistance of Ki Hadjar Dewantara at De Express News Paper: A Study of Postcolonialism. Geram, 11(2), 20–29.
Mulangjoyo, M. Y., & Ariyanto, M. S. (2024). Hubungan Antara Fanatisme Dengan Perilaku Konsumtif Pada Penggemar Manga One Piece. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 3(3), 1360–1368. https://doi.org/10.55681/sentri.v3i3.2458
Mulya, V. E. M., Rosyidah, R., & Mardasari, O. R. (2023). Pergeseran Bentuk dan Makna Terjemahan Cerpen Indonesia oleh Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin, Universitas Negeri Malang. JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts, 3(3), 444–459. https://doi.org/10.17977/um064v3i32023p444-459
Nudin, L. S., Putro, S. S., & Yusar, D. (2021). Analisis Poskolonial Pada Novel Tak Ada Esok Karya Mochtar Lubis. Media Bahasa, Sastra, Dan Budaya Wahana, 27(1), 538–546. https://doi.org/10.33751/wahana.v27i1.4128
Oda, E. (2024). One Piece, Vol. 18 "Munculnya Ace" (2nd ed). PT Elex Media Komputindo, Kelompok Gramedia.
Oda, E. (2024). One Piece, Vol. 19 "Pemberontakan" (2nd ed). PT Elex Media Komputindo, Kelompok Gramedia.
Oda, E. (2024). One Piece, Vol. 20 "Perang Penentuan di Alubarna" (2nd ed). PT Elex Media Komputindo, Kelompok Gramedia.
Oda, E. (2024). One Piece, Vol. 21 "Negara Ideal" (2nd ed). PT Elex Media Komputindo, Kelompok Gramedia.
Oda, E. (2024). One Piece, Vol. 22 "Hope" (2nd ed). PT Elex Media Komputindo, Kelompok Gramedia.
Oda, E. (2025). One Piece, Vol. 23 "Petualangan Vivi" (2nd ed). PT Elex Media Komputindo, Kelompok Gramedia.
Praditama, A. G., Kusmiatun, A., & Budiyanto, D. (2025). KUMPULAN CERPEN KOMPAS SEBAGAI BAHAN AJAR BIPA. 21, 431–444.
Purba, J. A. A. (2024). Batasan untuk Keamanan: Analisis Kebijakan Pembatasan Ekspor Nikel Indonesia Menggunakan Pendekatan Poskolonialisme. In Jessica Anggraeni Purba Jurnal Hubungan Internasional (Vol. 17, Issue 1).
Ratnasari, A., Mardiah Wahab, W., & Muhri, M. (2024). Postkolonialisme Dalam Antologi Cerpen Semua Untuk Hindia Karya Iksaka Banu: Kajian Teori Homi K. Bhabha. SeBaSa, 7(1), 181–197. https://doi.org/10.29408/sbs.v7i1.27260
Simanungkalit, A. M. P. (2024). Misteri Perompakan di Perairan Benin sebagai Bentuk Perlawanan Marginaliasasi Dekolonisasi Dahomey. Jurnal Hubungan Internasional, 17(2), 456–472. https://doi.org/10.20473/jhi.v17i2.59925
Sokowati, M. E., & Nurnisya, F. Y. (2022). Melihat Islam vs Barat dalam film Indonesia: Sebuah kajian poskolonial. Bricolage : Jurnal Magister Ilmu Komunikasi, 8(1), 095. https://doi.org/10.30813/bricolage.v8i1.2906
Sugitanata, A., Aminah, S., & Abdurrasyied, M. H. (2024). Representasi Feminisme Dan Pemberdayaan Perempuan Di Pulau Amazon Lily Dalam Serial Anime One Piece. Al-IHKAM Jurnal Hukum Keluarga Jurusan Ahwal Al- Syakhshiyyah Fakultas Syariah IAIN Mataram, 16(1), 53–67. https://doi.org/10.20414/alihkam.v16i1.9922
Sultoni, A., & Utomo, H. W. (2021). Hibriditas, Mimikri, dan Ambivalensi dalam Cerpen Kupata dan Meneer Chastelein Karya Rosyid H. Dimas: Kajian Poskolonial. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 6, 112–118.
Tonta, R. F. (2024). Refleksi atas Pemikiran Poskolonial Frantz Fanon dalam Konteks Hegemoni Tanah di Indonesia dan Praksis Sosial Gereja. Theologia in Loco, 6(1), 45–72. https://doi.org/10.55935/thilo.v6i1.293
Wati, M. L. K., Supriyanto, T., & Rustono. (2024). Unsur Budaya dalam Puisi Gugur Karya W.S Rendra (Kajian Postkolonialisme). Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 10(2), 1281–1291. https://doi.org/10.30605/onoma.v10i2.3480
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Hidayat Nur Raihan Rapi, Nina Queena Hadi Putri, Syaiful Arifin (Penulis)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.