DARI SIMBOL PERLAWANAN KE ISU DISINTEGRASI PADA PEMBERITAAN PENGIBARAN BENDERA ONE PIECE: ANALISIS WACANA KRITIS NORMAN FAIRCLOUGH

Penulis

  • Aisyah Putri Rahma Siregar Universitas Pendidikan Indonesia Penulis
  • Andoyo Sastromiharjo Universitas Pendidikan Indonesia Penulis
  • Encep Kusumah Universitas Pendidikan Indonesia Penulis

DOI:

https://doi.org/10.25134/fon.v22i1.476

Kata Kunci:

analisis wacana kritis , Budaya Populer , Nasionalisme, Norman Fairclough

Abstrak

ABSTRAK: Studi ini mengkaji fenomena seputar pengibaran bendera One Piece salama perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-80, menggunakan Analisis Wacana Kritis (CDA) Model Fairclough untuk mengeksplorasi implikasinya. Penelitian ini menyelidiki bagaimana peristiwa ini, yang awalnya merupakan simbol perlawanan, dibingkai sebagai ancaman potensi disintegrasi nasional oleh pemerintah melalui media massa. Studi ini menganalisis wacana masyarakat dan pemerintah dari media massa dan media sosial. Analisis berfokus pada tiga dimensi: teks, diskursus, dan praktik sosial-budaya. Analisis Tekstual mengidentifikasi pola linguistik dalam tanggapan pemerintah, mengkategorikannya sebagai represif, eduaktif, dan moderat. Dimensi diskursus menganalisis bagaimana media memproduksi wacana, sedangkan dimensi sosial-budaya mengkontekstualisasikan peristiwa dalam isu-isu nasionalisme, budaya populer, dan globalisasi yang lebih luas. Data dikumpulkan dari artikel berita online (Kompas.com, Detik.com, Antara News) dan platform sosial media (Instagram, TikTok, X) antara 1-17 Agustus. Temuan mengungkapkan bentrokan antara nasionalisme yang didukung negara dan ekspresi budaya populer. Wacana pemerintah menekankan pelanggaran hukum dan etika. sebaliknya, komentar masyarakat di media sosial menafsirkan peristiwa tersebut sebagai bentuk perlawanan simbolis. Studi ini menyimpulkan bahwa pembingkaian fenomena pengibaran bendera One Piece sebagai ancaman disintegrasi adalah konstruksi diskursif dari cerminan objektif dari realitas sosial masyarakat. ini menyoroti perlunya pendekatan yang lebih inklusif dari partisipatif terhadap identitas nasional di era demokrasi digital.

KATA KUNCI: Analisis Wacana Kritis; Budaya Populer; Nasionalisme; Norman Fairclough

 

FROM A SYMBOL OF RESISTANCE TO THE ISSUE OF DISINTEGRATION IN THE REPORTING OF THE RAISING OF THE ONE PIECE FLAG: AN ANALYSIS OF FAIRCLOUGH'S CRITICAL DISCOURSE.

 

ABSTRACT: This study examines the phenomenon surrounding the raising of the One Piece flag during the celebration of Indonesia's 80th Independence Day, using the Fairclough Model's Critical Discourse Analysis (CDA) to explore its implications. This study investigates how this event, which was originally a symbol of resistance, was framed as a threat of potential national disintegration by the government through the mass media. This study analyzes public and government discourse from mass media and social media. The analysis focuses on three dimensions: text, discourse, and socio-cultural practices. Textual Analysis identifies linguistic patterns in government responses, categorizing them as repressive, educative, and moderate. The discourse dimension examines how the media produces discourse, while the socio-cultural dimension contextualizes events in issues of nationalism, popular culture, and broader globalization. Data was collected from online news articles (Kompas.com, Detik.com, Antara News) and social media platforms (Instagram, TikTok, X) between August 1-17. The findings reveal a clash between state-backed nationalism and popular cultural expressions. The government's discourse emphasizes violations of the law and ethics. Instead, public comments on social media interpreted the event as a form of symbolic resistance. This study concludes that the framing of the One Piece flag-raising phenomenon as a threat of disintegration is a discursive construction of an objective reflection of society's social reality. This highlights the need for a more inclusive approach from participatory to national identity in the era of digital democracy.

KEYWORDS: Chitical Discourse Analysis; Pop Culture; Nationalism; Norman Fairclough

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Akbar, G., Ayuning Hidayah, A., & Studi Ilmu Komunikasi, P. (2023). Peran Media Massa sebagai Media Promosi Dan Kepentingan Politik Pemiliknya The Role of Mass Media as Promotional Media And Political Interests of Owners. Kontekstual: Jurnal Ilmu Komunikasi. www.ubl.ac.id/kontekstual

Aminuddin, M., Suryaman, M., Sudiati, ;, & Efendi, A. (2025). Rerpesentasi Ideologi dan Kekuaasaan Dalam Pidato Presiden Prabowo: Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Widyaparwa, 53(2). https://doi.org/10.26499/wdprw.v53i2.2264

Amir, I., Mustafa, I., & Sari, N. P. (2023). Meme Politik Sebagai Kritik Wacana Dalam Akun Facebook KOMIKKITA: Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Dalam Nurhikmah & Abd Rahi. 2022. Jurnal Lingue: Bahasa, Budaya, dan Sastra (Vol. 5, Nomor 1).

Andriani, C., & Andriani, M. (2025). Intertekstualitas dan Interdiskursivitas dalam Pemberitaan tentang Pengusiran terhadap Pengungsi Rohingya di Detik.com. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa dan Sastra, 11.

I’tisham Adam, A., Ahmad Fadhilah, & Firman Satriawan, A. (2024). Analisis Wacana Kritis Komentar Netizen Terhadap Postingan LBGT Pada Laman Influencer TikTok Ockmockey. Harmoni: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Sosial, 2(3), 202–210. https://doi.org/10.59581/harmoni-widyakarya.v2i3.3804

Assadiyah, D. (2025). Respons Publik terhadap Isu Bendera One Piece di TikTok Menjelang HUT RI. Dalam Online-Elektronik (Vol. 3, Nomor 2). https://ejournal4.unud.ac.id/index.php/nawala

Basu, M., & Trainee, M. E. (2021). Globalizaton and Nationalism. https://ssrn.com/abstract=3816506

Breuilly, John. (2013). The Oxford handbook of the history of nationalism. Oxford University Press.

Creswell, J. (2013). Research design Qualitative, Quantitative and Mixed methods Approaches (Creswell, J.) (Z-Library).

Darmawan, A. (2022). Analisis Wacana Kritis Sosial dalam Teks Surat Kabar Pasca Reformasi. Dalam Journal of Education Research (Vol. 3, Nomor 4).

Desiderio, A., Mancini, A., Cimini, G., & Di Clemente, R. (2025). Highly engaging events reveal semantic and temporal compression in online community discourse. PNAS Nexus, 4(3). https://doi.org/10.1093/pnasnexus/pgaf056

Dian Safitri, A. (2022). FITUR LEKSIKAL DALAM TEKS PIDATO KENEGARAAN JOKO WIDODO TAHUN 2020 YANG MENCERMINKAN IDEOLOGI.

Dwityas, N. A., Marta, R. F., & Briandana, R. (2023). Media Sosial dan Aktivisme Digital Perempuan: Analisis Wacana #Ibutunggalmelawan di Instagram. Jurnal Komunikasi, 18(2), 109–132. https://doi.org/10.20885/komunikasi.vol18.iss2.art1

Dworkin, R. (2006). A new map of censorship. Index on Censorship, 35(1), 130–133. https://doi.org/10.1080/03064220500532412

Ernasari, L., & Hadiati, N. A. (2024). RUNTUHNYA ETIKA KOMUNIKASI DI MEDIA SOSIAL (Analisis Wacana Pada Komentar Akun Twitter Jerome Polin). Jurnal Sosial Terapan, 2. https://doi.org/10.29244/jstrsv.2.1.1-9

Fairclough. (1995). Critical DiscourseAnalysis: The Critical Study of Language. 1995.

Fairclough, Norman. (2015). Language and power. Routledge, Taylor & Francis Group.

Fairuz, H. ’, Lubis, A., & Putri, S. M. (2024). Peran Budaya Populer dalam Memperkuat Identitas Nasional Indonesia di Era Globalisasi. Jurnal Pemerintahan dan Politik, 9.

Farhani. (2020). Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough pada Berita Fertival Cisadane di Koran Satelit News.

Fidiyanti, M., Syaikhu, A., Rosyidi, Z., Efendi, R., Irsyadi, A. N., & Hanafi, I. (2025). Wacana Pra-Pemilu 2024 pada Kolom Opini Jawapos.Com – Pendekatan Metaforis Konseptual. Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 18(1), 119–130. https://doi.org/10.30651/st.v18i1.24129

Fikri, M., Ainol Yakin, F., Muslim, M., Imam Sukarto No, J., Baru, B., Sukowono, K., Jember, K., & Timur, J. (2025). Bendera Bajak Laut di Negara Bajakan: Semiotika Perlawanan terhadap Nasionalisme Palsu dan Kekuatan Rakyat. Jurnal Yudistira: Publikasi Ilmu Pendidikan dan Bahasa, 3(4), 81–94. https://doi.org/10.61132/yudistira.v3i4.2361

Focault, M. (1972). The Archaeology Of Knowledge (Sheridan Smith, Penerj.; Edition Gallimard). Patheon Books, New York.

Fransisca, M., Suyitno, A., & Rochmiatun, E. (2023). Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough Dalam Terjemahan Drama ’Audatul Firdaus Karya Ali Ahmad Bakatsir (Konservatif Budaya Melalui Karya Sastra). Jurnal Studi Ilmu-ilmu Al-Qur’an dan Hadis, 7(1), 201. https://doi.org/10.14421/qh.2014.15201

Gabrielatos, C., McEnery, T., Diggle, P. J., & Baker, P. (2012). The peaks and troughs of corpus-based contextual analysis. International Journal of Corpus Linguistics, 17(2), 151–175. https://doi.org/10.1075/ijcl.17.2.01gab

Gupta, M., & Sharma, A. (2021). Fear of missing out: A brief overview of origin, theoretical underpinnings and relationship with mental health. World Journal of Clinical Cases, 9(19), 4881–4889. https://doi.org/10.12998/wjcc.v9.i19.4881

Gusti, E. C. T., & Setiawati, E. (2025). Ideologi dalam slogan aksi demonstrasi mahasiswa terhadap revisi UU Pilkada: Analisis wacana kritis Norman Fairclough. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 8(1), 197–212. https://doi.org/10.30872/diglosia.v8i1.1134

Hafizah, Rasyid, Y., & Anwar, M. (2022). Analisis Wacana Kritis Model Van Djik pada Berita Online Kasus Perudungan dan Pelecehan Seksual di KPI.

Hatami, W. (2018). Popular Culture of Japanese Anime In The Digital Age and The Impact on Nationalism of Young Indonesian Citizens (Vol. 14, Nomor 1).

Hidayat, R., & Ramadhan, R. (2023). Peran Media SosialDalam Mengkonstruksi Opini Publik Terkait Kebijakan Pemerintah: Studi Kasus Wacana Publik Tahun 2025 (Nomor 1).

Ilham Toha. (2024). Kebebasan Berpendapat dan Berekspresi Periode Kedua Presiden Joko Widodo: Tinjauan Demokrasi Deliberatif Jurgen Habermas. Dialektika: Jurnal Pemikiran Islam dan Ilmu Sosial, 17. https://jurnal.iainambon.ac.id/index.php/DT/index

Istiqomah, A. (2020). Ancaman Budaya Pop (Pop Culture) Terhadap Penguatan Identitas Nasional Masyarakat Urban. JPW: Jurnal Politik

Walisongo, 2(1), 2503–3204. https://doi.org/10.21580/jpw.2020.2.1.3633

Jahrir, A. S., & Tahir, M. (2025). Bahasa Hak Istimewa dan Krisis Legitimasi: Analisis Wacana Kritis atas Kontroversi Tunjangan Perumahan DPR 2025 (Vol. 5, Nomor 4). https://dmi-journals.org/deiktis/index

Jarmani, J., Rusijiono, R., Bachri, B. S., & Suryarini, D. Y. (2021). The effect of demonstration and mind mapping learning methods on achievement of cultural arts course. International Journal for Educational and Vocational Studies, 3(6), 403. https://doi.org/10.29103/ijevs.v3i6.5308

Jupriono, D., Lisna Amilia, D., & BAC Paramita, F. (2022). Bentuk Kalimat, Posisi Proposisi, Pronomina, dan Nominalisasi dalam Ragam Bahasa Politik. Dalam Bahasa dan Sastra (Vol. 02, Nomor 01).

Kasim, I. (2023). Hijab dan Akhlak Prespektif Netizen (Analisis Wacana Kasus Nissa Sabyan di Instagram Gosip @lambe_turah). Jurnal Komunikasi dan Media, 2(1), 1–12.

Khoirun Nisa’, S., & Malikha, U. (2025a). Analisis Wacana Kritis terhadap Bullying Dikolom Komentar Instagram @Tasyii Athasyia. Sastra Indonesia, 33(1), 2714–9862. https://doi.org/10.32585/klitika.v7i1.6619

Khoirun Nisa’, S., & Malikha, U. (2025b). Analisis Wacana Kritis terhadap Bullying Dikolom Komentar Instagram @Tasyii Athasyia. Sastra Indonesia, 33(1), 2714–9862. https://doi.org/10.32585/klitika.v7i1.6619

Kuntarto, E. (2018). Bahasa dan Kekuasaan Politik Oposan di Indonesia: Analisis Wacana Kritis. Jurnal Kiprah, 4, 37–47. http://ojs.umrah.ac.id/index.php/kiprah/index

Labiqul Aqil, H. (2025). Politik Simbolik dan Resistensi Kultural Anak Muda Menjelang HUT ke-80 RI: Analisis Wacana Pengibaran Bendera One Piece. Dalam Online-Elektronik (Vol. 3, Nomor 2).

https://ejournal4.unud.ac.id/index.php/nawala

Malikha, U. (2023). Analisis Wacana Kritis Terhadap Representasi Kekuasaan dan Ideologi dalam Berita Politik Onlien Tentang Pemilu. Dalam Jurnal Tinta (Vol. 5, Nomor 1).

Mudiawati, R. C., Hudiyono, Y., & Suhatmady, B. (2023). Analisis wacana kritis Norman Fairclough terhadap bahasa slogan aksi demonstrasi guru di Samarinda. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 6(3), 739–762. https://doi.org/10.30872/diglosia.v6i3.694

Muhajir, M. (2018). Tata Bahasa Sebagai Cerminan Nilai Ideologi Wacana Politik Perempuan Dalam “Kolom Perempuan”: Kajian Analisis Wacana Kritis Atas Teks di Harian Suara Merdeka.

Munfarida, E. (2014). Analisis Wacana Kritis Dalam Prespektif Norman Fairclough.

Muttaqien, & Ramdan. (2023). Konsep Komunikasi Jurgen Habermas Dalam Demokrasi Deliberatif dan Tindakan Komunikatif. LINIMASA: Jurnal Komunikasi, 4.

O’Brochta, W., & Cunha Silva, P. (2025). Language Cues and Perceptions of Nationalism. Political Behavior, 47(4), 1687–1710. https://doi.org/10.1007/s11109-025-10008-8

Padilah, A. F., & Hamdani, A. (2025). Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough PadaBerita Gegara Bandel Study Tour SMAN 6 Depok Berujung Diaudit Pemprov.

Pellu, M. N., Cahyo Hermanto, B., & Anggraini, K. (2025). Feminisme Digital di Era Media Sosial: Studi Representasi Gender pada Akun Instagram @Magdaleneid. Jurnal Ilmu Komunikasi, 12(2). https://doi.org/10.31294/jika.v12i2.11680

Putri, H., Yulianti, U., & Nugroho Bivit. (2025). Ideologi Dalam Struktur Bahasa: Analisis Linguistik Model Norman Fairclough Pada Debat Keabsahan Ijazah Joko Widodo. Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, dan Asing, 1(1), 1–16. https://doi.org/10.31540/silamparibisa.v1i1.4

Putri, I. P., Nasruddin, E., & Wahab, J. A. (2018). Imagined Communities and the Construction of National Identity. International Journal of Academic Research in Business and Social Sciences, 8(7). https://doi.org/10.6007/ijarbss/v8-i7/4399

Rahayu, A. T. (2025). Pemahaman Fairclough Tentang CDA.

Rahimi, F., & Riasati, M. J. (2011). Critical Discourse Analysis: Scrutinizing Ideologically-Driven Discourses. Dalam International Journal of Humanities and Social Science (Vol. 1, Nomor 16). www.ijhssnet.com

Rawls, J. (1985). Justice as Fairness: Political not Metaphysical. Dalam Philosophy and Public Affairs (Vol. 14, Nomor 3).

Ridwan, & Afinnas Aufa. (2025). Patologi Ruang Publik Dalam Gerakan Perjuangan Hak Atas Lingkungan Oleh Masyarakat. https://www.kompas.com/

Rohmatulloh, M. T., & Setiawati, E. (2025). Kuasa dan Wacana: Mengurai Ideologi Politik Pemberitaan Tentang “Peringatan Darurat” pada Detiknetwork. Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 7(1), 70–88. https://doi.org/10.26499/bahasa.v7i1.1229

Rumaf, N., Anshori, D. S., Damaianti, V. S., Sastromiharjo, A., Fatihaturrahmah, S., & Jumroh, A. (2025). Representasi Kekuasaan dalam Teks Pidato Presiden Prabowo Subianto: Tinjauan AWK Norman Fairclough. Dalam Bahasa dan Sastra (Vol. 11, Nomor 2). Pendidikan. https://e-journal.my.id/onoma

Samsuri, A., Mulawarman, W. G., & Hudiyono, Y. (2022). Ideologi Penggunaan Istilah-Istilah Covid-19 di Berita Online: Analisis Wacana Kritis Model Norman Fairclough. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 5(3), 603–618. https://doi.org/10.30872/diglosia.v5i3.442

Satria, T., Leksana, Y., & Setiawan, B. (2024). Analisis wacana kritis Nasionalisme Banal dalam film Lewat Djam Malam karya Usmar Ismail (Vol. 7, Nomor 2).

Seis Meka, R., Sabardila, A., & Markhamah. (2025). Representasi Ibu Kota Nusantara Dalam Pemberitaan Detik.com: Analisis Wacana Kritis Berbasis Korpus. Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. https://journal.uniku.ac.id/index.php/FON/index|

Setiawan, F. R. (2023). PERAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI RUANG PUBLIK: TINJAUAN FILOSOFIS GAGASAN RUANG PUBLIK JÜRGEN HABERMAS.

Shania, N., & Sobandi, K. R. (2023). Inovasi Demokrasi dan Wacana “My Body, My Choice” Dalam Youtube di Indonesia. Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 20(1), 73–94. https://doi.org/10.36451/jisip.v20i1.11

Siahaan, E. M., Sinulingga, S. Y., Damanik, B. A., & Ritonga, M. U. (2025). Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough Terhadap Tagar #Kaburajadulu Dalam Berita Media Daring Kompas.com dan Detik.com. https://ejurnals.com/ojs/index.php/ipn

Silverman, D. (2017). Doing Qualitative Research.

Suhardi, & Salamah. (2025a). BAHASA SEBAGAI ALAT HEGEMONI: STUDI LITERATUR TENTANG WACANA MEDIA. Dalam Journal Media Public Relations (Vol. 5, Nomor 1).

Suhardi, & Salamah. (2025b). Bahasa Sebagai Alat Hegemoni: Studi Literatur Tentang Wacana Media. Dalam Journal Media Public Relations (Vol. 5, Nomor 1).

Suhardi, & Salamah. (2025c). BAHASA SEBAGAI ALAT HEGEMONI: STUDI LITERATUR TENTANG WACANA MEDIA. Dalam Journal Media Public Relations (Vol. 5, Nomor 1).

Sukma, F., Tinggi, S., Raya No, K., & Pusat, J. (2021). Menimbang Demokrasi Deliberatif Dalam Proses Pembentukan Hukum yang Demokratis di Indonesia. Dalam IBLAM Law Review (Vol. 01).

Sutrisna, I. P. G., Susanta, I. P. A. E., Bhandesa, A. M., & Wicaksana, I. G. A. T. (2025a). REALISASI KEKUASAAN DAN IDENTITAS LOKAL: ANALISIS WACANA KRITIS NORMAN FAIRCLOUGH DALAM PEMBERITAAN ORMAS GRIB DI BALI. Stilistika : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni, 14(1), 36–46. https://doi.org/10.59672/stilistika.v14i1.4859

Sutrisna, I. P. G., Susanta, I. P. A. E., Bhandesa, A. M., & Wicaksana, I. G. A. T. (2025b). REALISASI KEKUASAAN DAN IDENTITAS LOKAL: ANALISIS WACANA KRITIS NORMAN FAIRCLOUGH DALAM PEMBERITAAN ORMAS GRIB DI BALI. Stilistika : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni, 14(1), 36–46. https://doi.org/10.59672/stilistika.v14i1.4859

Sutrisna, I. P. G., Susanta, I. P. A. E., Bhandesa, A. M., & Wicaksana, I. G. A. T. (2025c). Realisasi Kekuasaan dan Identitas Lokal: Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough dalam Pemberitaan Ormas Grib di Bali. Stilistika : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni, 14(1), 36–46. https://doi.org/10.59672/stilistika.v14i1.4859

Syamsuddin, F., Jufri, J., & Syamsudduha, S. (2025). Representasi Nilai Formal dalam Debat Calon Presiden di Media Sosial Youtube: Model Norman Fairglough. Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 7(1), 244–254. https://doi.org/10.26499/bahasa.v7i1.1300

Utomo, A. (2024). Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough terhadap Representasi Bahasa Masyarakat dalam Pemberitaan Geng Motor. DIKBASTRA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 7(1). https://doi.org/10.22437/dikbastra.v7i1.36528

Wahyuni, L. (2008). Kekuasaan Simbolik dalam Wacana Politik di Media Daring (Vol. 20, Nomor 2). http://www.

Wahyuni, R., & Sharfina Desiandri, Y. (2024). Hak Asasi Manusia (HAM) Pada Kebebasan Berpendapat/Bereksperesi dalam Negara Demokrasi di Indonesia. Jurnal Sains dan Teknologi, 5(3), 961–966.

https://doi.org/10.55338/saintek.v5i3.2422

Wahyuni, S., & Sakkir, G. (2025). Critical Discourse Analysis Of Norman Fairclough Model On Dedi Mulyadi’s Angry Sentences In Tirto.Id. ARRUS Journal of Social Sciences and Humanities, 5(3). https://doi.org/10.35877/soshum4018

Wahyuningroem, S. L., Sirait, R., Uljanatunnisa, U., & Heryadi, D. (2023). Youth political participation and digital movement in Indonesia: the case of #ReformasiDikorupsi and #TolakOmnibusLaw. F1000Research, 12, 543. https://doi.org/10.12688/f1000research.122669.1

Widyawari, & Zulaeha. (2016). Representasi Ideologi dalam Tuturan Santun Para Pejabat Negara Pada Talk Show Mata Najwa. http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/seloka

Wiguna, R., Sulyati, E., & Saepurokhman, A. (2025). Analisis Wacana Kritis Teks Berita Pemindahan Ibu Kota Negara Sebagai Sarana Pengembangan Keterampilan Membaca Kritis.

Wodak, R., & Meyer, M. (2016). Methods of Critical Discourse Studies.

Unduhan

Diterbitkan

30-03-2026

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

DARI SIMBOL PERLAWANAN KE ISU DISINTEGRASI PADA PEMBERITAAN PENGIBARAN BENDERA ONE PIECE: ANALISIS WACANA KRITIS NORMAN FAIRCLOUGH. (2026). Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 22(1), 200-215. https://doi.org/10.25134/fon.v22i1.476