DISHARMONI KELUARGA DALAM NOVEL BELENGGU KARYA ARMIJN PANE
DOI:
https://doi.org/10.25134/1vte5n54Kata Kunci:
Belenggu, disharmoni keluarga, pernikahan, sosiologi sastraAbstrak
ABSTRAK: Keharmonisan sebuah pasangan dalam keluarga menjadi cita-cita semua manusia. Konflik yang sulit dilerai dalam hubungan suami-istri akan menimbulkan sebuah perceraian. Dengan perbedaan dan pembagian gender dalam suatu keluarga dapat memunculkan bentuk disharmoni keluarga. Beberapa pengarang novel menggunakan pendekatan sosiologi keluarga dalam merefleksikan fenomena disharmoni keluarga. Adanya atensi Armijn terhadap isu sosial menjadi latar belakang lahirnya novel Belenggu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk disharmonis keluarga dalam Novel Belenggu karya Armijn Pane menggunakan pendekatan sosiologi sastra serta menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik baca dan catat digunakan dalam penelitian ini guna mengklasifikasikan bentuk disharmoni keluarga dalam novel. Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa bentuk disharmoni keluarga dalam novel Belenggu terdiri: (1) perceraian akibat perselingkuhan dalam keluarga; (2) kurangnya perhatian dan kasih sayang suami-istri; (3) egosentrisme suami-istri; dan (4) perselisihan akibat perbedaan visi dan misi dalam keluarga. Armijn Pane membuktikan bahwa fenomena disharmoni keluarga bisa dikemas dalam sebuah karya fiksi berupa novel tanpa melupakan nilai moral yang menjadi pengingat bagi para pembaca agar tidak mempermainkan sebuah pernikahan dan lebih memahami isu-isu penting untuk dipahami oleh sepasang suami-istri. Meskipun banyak masalah yang menyebabkan disharmoni keluarga, terdapat solusi-solusi untuk menyelesaikan hal tersebut.
Unduhan
Referensi
Aisyah, N. (2014). Relasi gender dalam institusi keluarga (pandangan teori sosial dan feminis). Muwazah: Jurnal Kajian Gender, 5(2).
Clara, E., & Wardani, AAD (2020). Sosiologi Keluarga. Jakarta: UNJ Pers.
Damono, S. D. (1978). Sosiologi sastra: Sebuah pengantar ringkas. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
Horton, B. Paul dan Chester L.Hunt. (1984). Sosiologi. (terj.) Jakarta. Penerbit Erlangga.
Khairuddin. (2008). Sosiologi Keluarga. Yogyakarta: Liberty Yogyakarta.
Kosasih, E. (2014). Dasar-dasar Keterampilan Bersastra. Bandung: Yrama Widya.
Moleong, Lexy J. (2014). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Nurgiyantoro, Burhan. (2013). Sastra Anak. Yogyakarta: UGM Press.
Pane, Armijn. (1988). Belenggu. Jakarta: PT. Dian Rakyat.
Rifai, M. V. (2019). Disharmonisasi Keluarga Dalam Novel Hati Yang Damai Karya Nh. Dini Serta Implikasinya Terhadap Pembelajaran Sastra Di Sekolah. Skripsi. UIN Syarif Hidayatullah.
Rokhmansyah, A. (2016). Pengantar gender dan feminisme: Pemahaman awal kritik sastra feminis. Yogyakarta: Garudhawaca
Sari, Nova. (2016). Ketidakharmonisan Keluarga Umezawa dalam Novel The Tokyo Zodiac Murders Karya Shimada Soji Tinjauan Sosiologi Sastra. Skripsi. Universitas Andalas.
Sipayung, M. E. (2016). Konflik sosial dalam novel Maryam karya Okky Madasari: Kajian sosiologi sastra. Sintesis, 10(1), 22-34.
Sumardjo, Jakob dan Saini K.M. (1988). Apresiasi Kesusastraan. Jakarta: Gramedia.
Triatama, Roro Riska Putri. (2020). Ketidakharmonisan Keluarga dalam Roman La Modification Karya Michel Butor: Kajian Fungsionalisme-Struktual Talcott Parsons. Skripsi. Universitas Negeri Semarang.
Wellek, Renne & Austin Warren. (1989). Teori Kesusastraan. Jakarta: PT Gramedia.
Wiyatmi. (2006). Pengantar Kajian Sastra. Yogyakarta: Pustaka.
