SUARA RELIGIUS NASIONALIS IJO-ABANG TOKOH BESUT PADA KESENIAN BESUTAN

Authors

  • Yuli Ardila Nahla Firdaus Universitas Brawijaya Author
  • Sony Sukmawan Universitas Brawijaya Author

DOI:

https://doi.org/10.25134/c2f8a143

Keywords:

Besutan, nasionalisme, religiusitas, semiotika

Abstract

Besut merupakan tokoh utama dari kesenian Besutan, yang dijadikan Pemerintah Kabupaten Jombang sebagai ikon budaya. Penamaan Besut diambil dari akronim bahasa Jawa ‘mbeto maksut’ yang berarti ‘membawa maksud’. Sehubungan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ‘maksud’ berdasarkan pemaknaan simbolik eksistensi tokoh Besut menggunakan teori semiotika Peirce, untuk mengungkap ekspresi nilai religiusitas dan nasionalisme sebagai pantulan karakter ijo-abang masyarakat Jombang. Dengan begitu, latar belakang simbolisasi tokoh Besut sebagai ikon budaya dapat teridentifikasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis deskriptif interpretatif, dengan data utama berupa tuturan (kata), gerak dan gestur, serta tata kostum tokoh Besut, yang mengandung nilai religius-nasionalis. Hasil analisis data menunjukkan bahwa simbolisasi tokoh Besut menjadi ikon budaya Jombang, didasarkan pada pemaknaan tanda-tanda yang mencerminkan karakter ijo-abang, yaitu dari dimensi-dimensi nilai religiusitas; (1) Religious belief (Kepercayaan), (2) Religious felling (Penghayatan), serta (3) Religious effect (Pengalaman dan Konsekuensi), dan aspek-aspek nilai nasionalisme; (1) cinta tanah air, (2) persatuan dan kesatuan, serta (3) berani dan tanggung jawab.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Andri, R. M. L. (2016). Seni Pertunjukan Tradisional di Persimpangan Zaman: Studi Kasus Kesenian Menak Koncer Sumowono Semarang. Humanika, 23(2), 25–31. https://doi.org/10.14710/humanika.v23i2.13642

Ariyanti, N. (2020). Konstruksi Seniman Tentang Nilai-Nilai Nasionalisme Dalam Sanggar Sayap Jendela Di Bojonegoro Jawa Timur. Kajian Moral Dan Kewarganegaraan, 8(2).

Bawazzir, Muh. S., Mahyudi, J., & Aswandikari, A. (2024). Nilai-Nilai Budaya Tradisi Lisan dalam Pertunjukan Jiki Hadara pada Pernikahan Masyarakat Bima: Kajian Antropologi Linguistik. El-Tsaqafah : Jurnal Jurusan PBA, 22(2), 231–251. https://doi.org/10.20414/tsaqafah.v22i2.9325

Darmawan, Y. S. (2016). Perancangan Film Dokumenter Kesenian Besutan Sebagai Media Pendidikan Remaja Usia 12-18 Tahun Di Jombang [Doctoral Dissertation]. Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

Habibi, A., Kasnadi, K., & Hurustyanti, H. (2021). Religiusitas dalam Kumpulan Cerpen Syekh Bejirum dan Rajah Anjing. Leksis: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 1(2).

Harahap, S. H., Sunendar, D., & Damaianti, V. S. (2019). Representasi Kehidupan Sosial Masyarakat dalam Drama Ah, Matjam-Matjam Maoenja Karya Moliere: Kajian Semiotik. Seminar Internasional Riksa Bahasa XIII. https://doi.org/10.53889/gmpics.v1.81

Indriyani, P. D. (2022). Nilai-Nilai Religius dalam Kesenian Tradisional Masyarakat Banjar. Indonesian Journal of Performing Arts Education, 2(1), 1–4. https://doi.org/10.24821/ijopaed

Koentjaraningrat. (2015). Kebudayaan, Mentalitas, dan Pembangunan. PT. Gramedia Pustaka Utama.

Kuliyatun, K. (2020). Penanaman Nilai-nilai Religius pada Pesrta Didik di Sma Muhammadiyah 01 Metro Lampung. At-Tajdid : Jurnal Pendidikan Dan Pemikiran Islam, 3(2), 180–198. https://doi.org/10.24127/att.v3i2.1126

Lintang, A. D., Sarjiwo, S., & Iswantara, N. (2021). Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Langen Carita Lakon Patine Arya Penangsang. Indonesian Journal of Performing Arts Education, 1(1), 32–39. https://doi.org/10.24821/ijopaed.v1i1.4918

Muazaroh, L. N., Ruja, I. N., & Wahyuningtyas, N. (2021). Eksistensi Kesenian Besutan sebagai Identitas Budaya Kabupaten Jombang. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 10(2), 206–215. https://doi.org/10.23887/jish-undiksha.v10i2.29301

Mumtaz, R., Aisah, F. N., & Nur Noviningtyas, I. (2022). BESFEST: The Preservation of Besutan Jombang Arts as Characters Building of Generation Z. GMPI Conference Series, 1, 9–16. https://doi.org/10.53889/gmpics.v1.81

Nasution, A. R., Nasution, F. S., Al-Hadi, M. R., & Marsela, E. (2024). Makna Simbol-simbol Tradisional dalam Naskah Drama Mangir: Analisis Semiotika terhadap Budaya Lokal. Journal df Science And Social Research, 7(4), 2071–2077. https://doi.org/10.54314/jssr.v7i4.2352

Nugrahani, F., & Hum, M. (2014). Metode Penelitian Kualitatif. Cakra Books.

Nuriana, D., & Sugianto, A. (2022). Seni Besutan Jombang Jawa Timur: Kondisi dan Strategi Pengemasan di Sekolahan. Equilibrium: Jurnal Pendidikan, 10(1), 88–95. https://doi.org/10.26618/equilibrium.v10i1.6416

Nurkhalimah, A., & Umah, R. Y. H. (2023). Nilai-Nilai Nasionalisme dalam Film “Tanah Surga Katanya” serta Relevansinya dengan Pembelajaran PPKN Kelas IV Tema 7 di SD/MI. AL-THIFL : Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 3(1), 234–247. https://doi.org/10.21154/thifl.v3i1.1583

Pramasheilla, D. A. A. (2021). Penerapan Analisis Semiotika Ferdinand De Saussure dalam Pertunjukan Kethoprak Ringkes. Indonesian Journal of Performing Arts Education, 1(2), 16–23. https://doi.org/10.24821/ijopaed.v1i2.5536

Pramitasari, A. W. (2021). Penanaman Nilai-Nilai Nasionalisme Melalui Pertunjukan Seni dan Budaya. Jurnal Education and Development, 9(4), 23–27. https://doi.org/10.37081/ed.v9i4.2939

Putri, A. S., Mahmud, M., & Fajrin, N. D. (2021). Development of Comic Teaching Material Based on Besutan Traditional of Art Jombang: Array. Citra: International Journal of Community Service, Informatics, Technology, Research in Education, Art and Humanities, 1(2), 62–77.

Rahmah, U. S., Sujinah, S., & Affandy, A. N. (2020). Analisis Semiotika Pierce pada Pertunjukan Tari Dhânggâ Madura. Jurnal Sosial Humaniora, 13(2), 203–215. https://doi.org/10.12962/j24433527.v13i2.7891

Rahmatita, N., Susanto, H., & Sriwati, S. (2024). Menelisik Sejarah dan Nilai Sosial Budaya dalam Pertunjukan Wayang Kulit Banjar. Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Riset Sosial Humaniora, 7(1), 103–113. https://doi.org/10.31539/kaganga.v7i1.8179

Rusmana, D. (2014). Filsafat Semiotika: Paradigma, Teori, dan Metode Interpretasi Tanda. CV Pustaka Setia.

Sahid, N. (2016). Semiotika untuk Teater, Tari, Wayang Purwa, dan Film. Gigih Pustaka Mandiri.

Sari, D. K., & Muttaqin, D. (2021). Sedulur Papat Limo Pancer as a Concept of Javanese Emotional Intelligence. Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences, 4(3), 6706–6712. https://doi.org/10.33258/birci.v4i3.2488

Sari, O., & Lessy, Z. (2023). Nilai-Nilai Religiusitas dan Ritual dalam Siraman Pengantin Adat Jawa: Suatu Tinjauan Agama dan Budaya. Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah, 2(2), 81–90. https://doi.org/10.53888/alidaroh.v2i2.545

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kualitatif. Alfabeta.

Sunardi, N. S. K., & Nugroho, S. (2017). Pertunjukan Wayang Babad Nusantara: Wahana Pengajaran Nilai Kebangsaan bagi Generasi Muda. Panggung, 26(2), 195–207. https://doi.org/10.26742/panggung.v26i2.176

Taufiq, W. (2016). Semiotika untuk Kajian Sastra dan Al-Quran. Yrama Widya.

Turmudzi, M. I. (2020). Segmentasi Sistem Tanda Teks Drama Surreal “Laki-Laki Laut” Karya Iwan Effendi: Perspektif Tadeusz Kowzan. Alayasastra, 16(1), 135–152. https://doi.org/10.36567/aly.v16i1.356

Wiranata, A. J. (2018). Dekonstruksi Makna Politik Ijo-abang dalam Proyek Kuning-hijauisasi di Kabupaten Jombang. Dialektika Masyarakat: Jurnal Sosiologi, 2(2), 1–14.

Zaimar, O. K. S. (2008). Semiotika dan Penerapannya dalam Karya Sastra. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.

Published

04-12-2025

Issue

Section

Articles

How to Cite

SUARA RELIGIUS NASIONALIS IJO-ABANG TOKOH BESUT PADA KESENIAN BESUTAN. (2025). Fon: Journal of Indonesian Language and Literature Education, 21(1), 43-57. https://doi.org/10.25134/c2f8a143